Hi teman2 dah lama gak update blog,saya kali ini hanya akan menyampaikan cara membuat puisi dengan benar,langsung aja yuk :
1. Pemilihan tema
Ini adalah hal yang paling penting dalam membuat puisi. Bila anda sedang ingin menulis puisi, janganlah terlalu sering mengambil tema yang sama dalam kurun waktu tertentu.
Mengapa demikian ? Sebab manusia memiliki keterbatasan didalam berimajinasi dan berkreasi. Artinya, bila misalnya dalam seminggu kita mencoba menulis puisi dengan tema yang sama, ambil contoh tema cinta, maka pada saat kita menulis puisi yang ketiga dan seterusnya, pastilah kita makin berpikir keras untuk menuangkan inspirasi.
Coba saja setelah anda selesai menulis 7 puisi berturut turut selama seminggu, lalu anda baca baik baik puisi anda, tentulah anda akan menemukan banyak kata atau alur yang sama, dan rasanya itu sangat membosankan bukan ?
Oleh sebab itu, pemilihan tema puisi yang bervariasi akan merangsang kreatifitas kita dan membuat kita semakin bersemangat untuk menulis banyak puisi. Tema yang menarik untuk diangkat didalam puisi antara lain kemanusiaan, politik, ekonomi, bahkan yang sedikit berbau horor atau mistik dapat menimbulkan keasyikan tersendiri dalam mencipta sebuah puisi.
2. Pengulangan kata
Dalam sebuah puisi, usahakan agar tidak berulang-ulang menggunakan kata yang sama. Pengulangan kata yang sama, akan terasa membosankan bila dibaca dan tentu akan mengurangi kualitas puisi anda secara keseluruhan. Bila kita merasa sangat ingin mengulang kata yang sama untuk menuangkan maksud tertentu, jangan mudah menyerah. Tentu masih ada padan kata lainnya yang bisa kita gunakan tanpa mengurangi maksud yang kita inginkan. Justru seringkali padanan kata malah lebih bagus dan indah bila kita selipkan.
Memang disini dibutuhkan kreatifitas kita untuk memilih padanan kata. Bila anda tak sanggup juga menemukan kata lain yang tepat, anda tak perlu putus asa, sebab masih ada Google yang selalu setia membantu anda dalam mencari padanan kata.
3. Terlalu puitis
Puisi yang terlalu banyak menggunakan gaya bahasa disetiap baitnya seperti misalnya personifikasi, metafora, hiperbola dll justru bisa menjadi bumerang. Memang gaya seperti itu perlu kita gunakan agar mampu menyentuh emosi para pembaca, namun bila terlalu padat penggunaannya, malah terasa membosankan bukan ? Oleh sebab itu, sesekali saja kita selipkan gaya bahasa tersebut agar puisi kita lebih elegan, tapi tak kehilangan makna.
4. Penggunaan kata/diksi yang unik.
4. Penggunaan kata/diksi yang unik.
Kata/diksi yang unik maksudnya adalah kata yang sangat jarang ditemukan didalam percakapan sehari hari maupun didalam teks berita atau literatur lainnya. Seringkali kata tersebut terasa asing dan bahkan ada yang tidak mengetahui artinya. Perlu dicatat bahwa pembaca puisi terutama di kompasiana, terdiri dari berbagai kalangan dan bukan semata mata dikonsumsi para sastrawan. Oleh sebab itu penggunaan diksi yang unik, tentu bisa saja dipakai, namun sebaiknya jangan terlalu dipaksakan terlalu banyak mengisi bait bait puisi anda. Alih alih biar dibilang puisi yang berkualitas, malah membuat pembaca tidak memahami artinya.
5. Terlalu dalam maknanya
5. Terlalu dalam maknanya
Puisi yang menyirat makna terlalu dalam yaitu dengan menggunakan banyak teknik pengandaian kata, membuat para pembaca menjadi bertanya-tanya, apa yang sesungguhnya dimaksud oleh sang penulis puisi. Hal ini justru membuat puisi kita tidak efektip dalam menyampaikan apa yang kita inginkan. Sampaikan saja secara sederhana, baik melalui pemilihan kata dan susunan kalimat yang mudah dicerna siapa saja. Dengan demikian para pembaca dapat memahami sepenuhnya semua makna yang terkandung dalam puisi.
6. Pemilihan Judul
Judul puisi adalah yang hal pertama kali dibaca. Disinilah kesempatan pertama kita untuk menarik minat para pembaca. Menulis judul puisi, juga perlu dipikirkan baik baik dan tentu harus sejalan dengan tema dan makna puisi secara keseluruhan. Pilihan kata didalam judul puisi sangatlah penting artinya, bahkan dengan membaca judulnya saja, para pembaca bisa langsung jatuh hati ingin segara membaca puisi anda.
7. Terlalu pendek atau terlalu panjang
Yang jelas, bila puisi terlalu pendek, tentu tidak akan diijinkan tayang oleh admin kompasiana. Lalu bagaimana dengan puisi yang terlalu panjang ? Bisa saja sebuah puisi memuat kalimat yang sangat panjang, sapanjang diperlukan untuk menyampaikan alur cerita atau masalah yang kompleks. Yang terpenting adalah jangan mengulang-ngulang kesatuan pemikiran yang sama diantara setiap baitnya. Yang sedang sedang saja, itu yang lebih utama.
Saya bukanlah seorang ahli dibidang puisi, namun sekedar berbagi pengalaman yang saya miliki. Setelah membaca tulisan saya ini, tak ada salahnya bila anda mencoba sekali lagi menulis sebuah puisi. Siapa tahu, puisi anda akan langsung tampil dipajang sebagai Head Line ?
Sekian dari saya , wassalammualaikum.wr.wb

0 komentar:
Dimohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Benar/Tidak Berkomentar Umpatan